Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Headline » Fox R Terbakar, Polytron Ungkap Penyebabnya

Fox R Terbakar, Polytron Ungkap Penyebabnya

  • account_circle Farhan Abdurrahman
  • calendar_month Minggu, 20 Sep 2026

Automotostyle – Kasus kebakaran yang menimpa sebuah motor listrik Polytron Fox R sempat memicu berbagai spekulasi di media sosial. Banyak warganet mempertanyakan keamanan motor listrik, terutama ketika video dan foto unit yang terbakar tersebar luas dalam beberapa hari terakhir.

Namun hasil investigasi yang dilakukan Polytron menunjukkan bahwa penyebab insiden tersebut bukan berasal dari cacat produk maupun kerusakan komponen bawaan pabrik.

Motor listrik yang digunakan sebagai armada ojek online itu diketahui telah mengalami modifikasi pada sistem kelistrikan. Temuan tersebut menjadi poin utama dalam penyelidikan yang dilakukan Polytron terhadap unit terdampak.

Menurut penjelasan resmi yang disampaikan dalam acara Polytron Fest 2026 di Gelora Bung Karno, Jakarta, sumber masalah telah diketahui dan juga dibeberkan.

“Dari hasil pengecekan, terdapat penambahan kabel eksternal yang tidak sesuai dengan standar pabrik sehingga membuat gas dan rem dapat aktif bersamaan,” ujar Ilman Fachrian Fadly, Head of Group Product EV 2-Wheels Polytron.

Kondisi tersebut berdampak pada terganggunya sistem keselamatan bawaan kendaraan, termasuk fungsi safety cut-off yang dirancang untuk mencegah aliran arus berlebih saat terjadi kondisi abnormal.

Akibatnya, terjadi lonjakan arus tinggi pada controller atau ECU motor listrik yang kemudian memicu kebakaran.

Polytron menegaskan bahwa hasil pemeriksaan teknis tidak menemukan adanya indikasi kegagalan komponen, cacat produksi, maupun malfungsi pada sistem kelistrikan bawaan kendaraan.

Temuan ini menjadi penting karena isu keamanan baterai dan motor listrik masih menjadi perhatian utama masyarakat Indonesia.

Dalam beberapa tahun terakhir, berbagai produsen kendaraan listrik terus memperkuat sistem proteksi, mulai dari battery management system (BMS), thermal protection, hingga fitur pemutus arus otomatis untuk meminimalkan risiko korsleting.

Unit Fox R yang mengalami insiden tersebut diketahui merupakan salah satu produk generasi awal yang telah digunakan sejak November 2023. Selama hampir tiga tahun beroperasi, motor itu disebut tidak pernah mengalami kendala serupa sebelum dilakukan modifikasi.

Selain itu, usia kendaraan juga telah melewati masa garansi resmi yang diberikan pabrikan.

Meski demikian, Polytron tetap mengambil langkah proaktif dengan menghubungi pengguna secara langsung dan membantu proses penanganan unit terdampak.

“Tentunya kami juga memberikan edukasi kepada pengguna, bahwa melakukan modifikasi dapat menggugurkan garansi serta berisiko mengakibatkan kerusakan pada motor,” lanjut Ilman.

Kasus ini sekaligus menjadi pengingat bahwa kendaraan listrik modern memiliki sistem elektronik yang terintegrasi dan dirancang dengan parameter tertentu.

Perubahan pada jalur kelistrikan tanpa prosedur yang sesuai berpotensi mengganggu kerja sistem keselamatan yang telah dikembangkan pabrikan.

Di tengah pertumbuhan pasar kendaraan listrik nasional yang terus meningkat, edukasi mengenai penggunaan dan perawatan yang sesuai standar menjadi faktor penting untuk menjaga keamanan sekaligus performa kendaraan dalam jangka panjang.

Sebagai informasi, klarifikasi tersebut disampaikan Polytron dalam rangkaian Polytron Fest 2026 yang berlangsung pada 19-20 September di Gelora Bung Karno, Jakarta. Acara tersebut menjadi bagian dari perayaan ulang tahun Polytron ke-51 sekaligus ajang memperkenalkan berbagai inovasi terbaru dari perusahaan teknologi asli Indonesia tersebut.

  • Penulis: Farhan Abdurrahman
  • Editor: Redaksi
expand_less