Jetour dan KNKT Rilis Hasil Investigasi Kecelakaan Jetour T2 di Tol Jagorawi
- account_circle Redaksi
- calendar_month Kamis, 19 Feb 2026

Pihak Jetour telah membeberkan hasil investigasi (Jetour)
Automotostyle — Beberapa waktu lalu, publik sempat dibikin heboh dengan adanya kecelakaan di jalan tol Jagorawi. Mobil yang diperkirakan sebagai Jetour T2 ‘diseruduk’ BMW warna putih. Bagian belakang sempat ‘terbang’, mendarat dengan kerasnya, berbalik arah dan terbakar.
Apesnya, padahal baru 1 hari berlalu proses ceremony penyerahan Jetour T2 ke konsumen yang berlangsung di daerah Tangerang.
Dalam lini masa sosial media juga banyak yang beranggapan kalau mobil tersebut sangat riskan karena terlihat mudah terbakar hanya karena naik ke guardrail (pagar pengaman tol) dan kemudian terbakar.
Di balik semua anggapan tersebut, PT Jetour Sales Indonesia telah berkoordinasi dengan Kementrian Perhubungan dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) sejak awal.
Hasil investigasi dari pihak-pihak tersebut juga sudah keluar. Jetour bersama dengan regulator dan otoritas keselamatan transportasi sebagai bagian dari komitmen perusahaan memastikan proses investigasi berjalan menyeluruh, objektif, serta berbasis data teknis sejak awal kejadian.
Yusuf Nugroho,.ST,.M.T, Direktur Sarana dan Keselamatan Transportasi Jalan, Kementerian Perhubungan RI memimpin audiensi investigasi.
Selain itu hadir juga Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi, Kasubdit Uji Tipe Kendaraan Bermotor, Ketua Tim Kelompok Substansi Sertifikasi Tipe Kendaraan Bermotor. Kemudian perwakilan Balai Pengujian Laik Jalan dan Sertifikasi Kendaraan Bermotor Bekasi, serta PT Jetour Sales Indonesia.
“Kami mengapresiasi PT Jetour Sales Indonesia atas respon cepat dalam melakukan investigasi terhadap kejadian yang ada. Tujuan diselenggarakannya klarifikasi ini adalah untuk memperoleh penjelasan terkait kronologi dan hasil investigasi atas insiden kendaraan merek Jetour, dengan fokus pada spesifikasi teknis kendaraan, sistem keselamatan (safety system), serta mekanisme perlindungan terhadap risiko kebakaran,” ucap Yusuf Nugroho.
Hasil investigasi telah keluar. Dipaparkan dalam rapat klarifikasi, sistem keselamatan kendaraan bekerja sesuai dengan desain dan standar yang ditetapkan.
Ketika terjadi benturan, airbag mengembang secara penuh dan utuh. Keselamatan penumpang tetap terpenuhi.
Struktur kendaraan juga tetap stabil, tidak terguling, serta pintu masih dapat dibuka secara normal setelah benturan serius. Ini menunjukkan bahwa integritas struktur dan fungsi keselamatan sesuai rancangan dan memenuhi persyaratan keselamatan dan regulasi yang berlaku di Indonesia dan dunia.
Hasil lain yang agak mengejutkan. Ternyata kecelakaan tersebut merupakan tabrak samping, bukan tabrak belakang.
Jetour T2 ini mengalami benturan yang sangat keras, menyebabkan roda depan dan belakang kiri mengalami kerusakan berat.
Akibatnya, terjadi gesekan langsung bagian bawah kendaraan dengan permukaan aspal sehingga api muncul sebagai dampak lanjutan pascabenturan keras. Inilah yang membuat kendaraan terbakar.
Secara teknis, Jetour T2 tersebut telah memenuhi standar ASEAN NCAP, ECE R153, ECE R34 dan regulasi lainnya untuk memastikan kesesuaian terhadap seluruh spesifikasi keselamatan dan regulasi yang berlaku. Baik untuk pasar domestik dan luar negeri.
“Sejak awal kami berkomitmen untuk menelaah insiden ini secara teknis, terbuka, dan berbasis fakta. Hasil investigasi menunjukkan bahwa sistem keselamatan kendaraan bekerja sesuai standar yang berlaku. Keselamatan konsumen merupakan prioritas utama kami dan akan terus memastikan setiap produk Jetour memenuhi regulasi dan standar kualitas tertinggi,” tambah Peter Zhang, President Director PT Jetour Sales Indonesia.
Sementara itu, hasil investigasi dan berbincang-bincang dengan pihak Jetour langsung, mematahkan banyak dugaan.
Termasuk dugaan dari redaksi jika kebakaran terjadi karena adanya fuel line yang putus akibat dari gesekan dengan guard rail tersebut.
Pihak Jetour menepis itu. Disebutkan, seandainya fuel line putus sekalipun tidak akan membuat mobil terbakar. Karena ada katup yang akan memutus arus bahan bakar. Membuat bahan bakar tidak akan menyembur ke luar.
“Kita juga sudah bertemu dengan pemilik mobil Jetour T2 itu. Dia malah bilang kalau akan membeli unit T2 lagi karena tidak ada cedera serius saat kecelakaan tersebut. Ini juga jadi bukti kalau T2 punya sistem keamanan yang tinggi,” tambah Moch. Ranggy Radiansyah, Direktur Marketing PT Jetour Sales Indonesia.
- Penulis: Redaksi
