Honda Super One, Mobil Listrik Kaum Hobi yang Tawarkan Banyak Kesenangan
- account_circle JasNy
- calendar_month 16 jam yang lalu

Honda Super One punya dimensi yang compact dengan desain menarik (JasNy)
Automotostyle – Honda Prospect Motor (HPM) memilih langkah berbeda dibanding pabrikan lain. Tidak harus ikut arus untuk mendatangkan mobil listrik untuk penumpang, HPM justru mendatangkan mobil listrik hobi. Honda Super One.
Honda Super One ini rencananya akan diperkenalkan pada ajang GIIAS 2026 mendatang di ICE, BSD, Tangerang (29/7-9/8/2026).
Mobil ini lahir hanya dari pertanyaan-pertanyaan sederhana di tengah gempuran mobil listrik.
Bisakah mobil listrik menghadirkan sensasi berkendara aktif seperti pindah gigi atau suara menderu. Punya akselerasi mengesankan dan feedback kemudi yang baik.
Disebutkan kalau mobil ini terbilang fun to drive untuk berbagai aktivitas. Sebab dalam setiap desainnya, Honda lebih berorientasi pada pengemudi.
Honda Super One yang juga terinspirasi dari Honda City Turbo tersebut punya karakter yang tak jauh berbeda. Kecil, kencang dan juga lincah.
Posisi duduknya benar-benar diperhitungkan. Sehingga pandangan luas ke depan dan luar, juga samping. Tidak terhalang apapun ketika bepergian. Kenyamanan dalam berkendara juga sangat dijaga sesuai ergonomis tubuh manusia.
Sementara itu, desain dari luar sangat tampak kalau mobil ini memang untuk kaum hobi. Bentuknya terlihat kekar meski dimensinya compact. Ini berkat pengaplikasian blister fender, sehingga terlihat melingkupi roda yang seakan keluar dari garis bodi mobil.

Di depan, ada air dam yang cukup unik. Ini bukan hanya sebatas ornamen saja, tapi justru meningkatkan efisiensi dan ergonomis mobil. Karena menggunakan bahan-bahan daur ulang dari mobil-mobil Honda lainnya yang bahan bumpernya plastik, sehingga punya detail yang sangat menarik.
Hasilnya, punya bobot yang jauh lebih ringan dibanding air dam mobil lain. Ini penting untuk mobil listrik.
Sementara itu, perpaduan air dam yang unik dengan blister fender tersebut membuat Super One menjadi seperti punya identitas tersendiri.
Honda menyebut Super One tidak dirancang untuk sporty, tapi tetap bisa tampil sporty. Mobil kecil tetap punya tampilan sangar.
Sementara itu, hal yang berbeda dibanding mobil listrik lain ada di ruang dalam. Honda menyebutnya kokpit, bukan kabin. Menurut Honda, kokpit adalah kokpit, sedangkan kabin merupakan ruang yang banyak display.
Bisa dilihat kokpit atau area seputar dasbor Honda Super One, cenderung biasa saja, tidak ada hal menonjol seperti layar head unit yang punya ukuran super. Sederhana, tapi fungsional, membuat pengendara tidak terganggu fokusnya dalam berkendara.
Hal menarik berikutnya yakni Boost Mode. Ketika di mobil lain untuk menambah tenaga, di mobil yang nantinya akan tampil dalam 3 warna tersebut justru untuk kembali ke mode ‘konvensional’.

Sehingga pengendara tetap bisa merasakan layaknya pindah gigi, respon dari akselerasi mobil, hingga feedback dari kemudi. Menjadikan berkendara tak lagi pasif, tapi lebih menyenangkan.
Karena belum dijual, harga juga belum ada.
Namun, kalau merujuk ke harga jual di Jepang sebesar 3.390.200 yen, ini setara dengan sekitar Rp380 juta.
Di Indonesia jadi berapa ya?

- Penulis: JasNy






