Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Headline » BYD Resmikan Pabrik di Subang, Siap Produksi 150.000 Unit per Tahun

BYD Resmikan Pabrik di Subang, Siap Produksi 150.000 Unit per Tahun

  • account_circle JasNy
  • calendar_month Jumat, 4 Sep 2026

Automotostyle – BYD resmi memasuki babak baru perjalanan bisnisnya di Indonesia dengan meresmikan fasilitas manufaktur kendaraan energi baru (New Energy Vehicle/NEV) pertama di Indonesia (3/9).

Berlokasi di Kawasan Industri Subang Smartpolitan, Jawa Barat, pabrik ini menjadi tonggak penting transformasi BYD, dari pemain pasar kendaraan listrik menjadi bagian ekosistem industri otomotif nasional.

Hadir dalam peresemian, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan, Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi Todotua Pasaribu, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, serta sejumlah pejabat pemerintah pusat dan daerah.

Bagi BYD, kehadiran fasilitas manufaktur ini bukan hanya langkah ekspansi bisnis, tetapi juga bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat lokalisasi produksi di Indonesia.

Pabrik Subang menjadi fasilitas produksi BYD ke-13 di dunia dan menjadi basis penting perusahaan untuk mendukung pertumbuhan kendaraan energi baru di kawasan Asia Tenggara.

“Indonesia bukan hanya pasar penting, tetapi juga mitra strategis. Kami berkomitmen tumbuh bersama Indonesia melalui pengembangan industri kendaraan energi baru yang berkelanjutan,” ujar Liu Xueliang, Vice President BYD Co., Ltd. sekaligus General Manager BYD Asia-Pacific Auto Sales Division.

Produksi Lokal BYD M6

Momentum peresmian pabrik semakin istimewa dengan prosesi roll-off BYD M6 DM sebagai unit ke-100.000 BYD yang diproduksi lokal di Indonesia. Ini sebagai awal dimulainya era baru kendaraan listrik dan elektrifikasi produksi dalam negeri.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menilai hadirnya fasilitas produksi BYD menjadi sinyal positif bagi perkembangan industri kendaraan listrik nasional.

Agus Gumiwang Kartasasmita dan Luhut Binsar Pandjaitan menandatangani BYD M6 DM produksi ke-100.000 unit (ist)

Menurutnya, pemerintah akan terus mendorong peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) melalui berbagai skema insentif yang sedang disiapkan.

“Pemerintah tidak hanya ingin membangun pasar kendaraan listrik, tetapi juga memperkuat struktur industri dan kapasitas produksi nasional melalui peningkatan penggunaan komponen dalam negeri,” jelas Agus.

Target TKDN dan Tenaga Kerja

Pabrik berdiri di atas lahan sekitar 126 hektare. Kapasitas produksinya mencapai sekitar 150.000 unit kendaraan per tahun. Juga disebut sebagai fasilitas pabrik BYD paling modern di luar Tiongkok.

Saat ini BYD telah bekerja sama dengan lebih dari 200 mitra rantai pasok lokal dan menciptakan sekitar 5.000 lapangan kerja. Jumlah tersebut ditargetkan meningkat hingga lebih dari 20.000 tenaga kerja ketika pabrik beroperasi penuh.

Sesuai dengan ketentuan dari pemerintah, brand Tiongkok ini menargetkan TKDN hingga 60% pada Januari 2027. Target tersebut menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk memperkuat keterlibatan industri nasional dalam rantai pasok kendaraan energi baru.

“Kita ingin Indonesia tidak hanya menjadi pasar, tetapi juga pusat produksi dan pengembangan teknologi yang mampu bersaing secara global,” kata Luhut Binsar Pandjaitan, Ketua Dewan Ekonomi Nasional.

Pabrik BYD di Subang siap produksi 150 ribu unit setiap tahun (ist)

Penjualan BYD di Indonesia

Langkah BYD membangun fasilitas produksi lokal tak lepas dari pertumbuhan pasar kendaraan listrik nasional yang semakin pesat. Pangsa kendaraan energi baru di Indonesia meningkat dari sekitar 1% pada 2022 menjadi 23% pada Juli 2026.

Sejak masuk ke Indonesia pada Januari 2024, BYD juga menunjukkan performa yang impresif. Periode Januari hingga Juli 2026, BYD merengkuh penjualan sekitar 32.800 unit dengan pangsa pasar mencapai 35%.

Hingga kini, lebih dari 100.000 kendaraan BYD telah dikirimkan kepada konsumen Indonesia melalui jaringan penjualan dan layanan yang telah berkembang ke lebih dari 100 lokasi di berbagai daerah.

Selain kendaraan listrik murni (EV), BYD juga memperkenalkan teknologi Dual Mode (DM) pada Mei 2026 sebagai bagian dari strategi EV+DM. Kehadiran teknologi tersebut memberi pilihan elektrifikasi yang lebih luas untuk konsumen Indonesia.

  • Penulis: JasNy
expand_less