Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Headline » Balap Subaru BRZ Super Series 2025, Pembalap Indonesia Kalah dari Jepang, Demas Agil Punya Analisa

Balap Subaru BRZ Super Series 2025, Pembalap Indonesia Kalah dari Jepang, Demas Agil Punya Analisa

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sabtu, 10 Jan 2026

Automotostyle – Partai final balap BRZ Super Series 2025 di sirkuit Mandalika, Lombok, NTB yang menjadi rangkaian Mandalika Festival of Speed (MFoS) menghadirkan tontonan yang menarik.

Dalam 2 putaran (9 dan 10) yang digelar dalam weekends yang sama mempertontonkan balap saat kondisi alam berbeda.

Pada Sabtu (putaran 9), balap one make race Subaru BRZ tersebut berlangsung dalam kondisi langit yang cerah. Ketika itu terjadi fight yang cukup sengit di awal balap antara Rio SB dengan Fitra Eri.

Berakhir dengan Fitra harus masuk garasi paddock dan menyudahi pertarungan dengan Rio. Penyebabnya karena bagian depan mobil Fitra sempat menyenggol bagian belakang mobil Rio.

“Hasilnya, arm bengkok parah dan tidak bisa melanjutkan lomba. Pertarungan dengan Rio memang selalu menarik dan ketat,” ucap Fitra saat itu.

Arm Subaru BRZ yang dipakai Fitra Eri. Yang kiri bengkok, harusnya seperti sebelah kanan yang lurus (ft : JT)

Di putaran ini, rekan satu tim Fitra dari tim Bumidia Racing, Agung Setyadhi berhasil menjadi juara umum untuk kategori kelas Rookie.

Dominasi dirinya bukan semata-mata gampang diraih. Tentu ada campur tangan Fitra dalam pembelajaran balap Agung Setyadhi. Selain itu juga karena dirinya pernah ikut balap di kelas Student Race beberapa tahun lalu.

Sementara itu di putaran final, Minggu (putaran 10) balap satu merek Subaru BRZ tersebut berlangsung dalam cuaca yang bisa dibilang tidak bersahabat.

Ketika Sabtu langit cerah, namun saat Minggu dalam guyuran hujan yang cukup lebat. Sirkuit juga dalam kondisi sangat basah.

Ini menjadi tontonan yang sangat menarik bagi penonton yang menyaksikan lewat layar televisi. Sebab, mobil bisa dibilang ‘joget-joget’ pantat mobilnya karena kehilangan grip ban belakang.

Selain itu tidak sedikit juga yang keluar lintasan atau melintir di dalam lintasan.

Tontonan yang menarik bagi penonton, namun tidak untuk para pembalap. Sebab mereka wajib menjaga mobil tetap mendapat traksi. Agak sulit memang karena Subaru ini gerak roda belakang, yang cukup mudah melintir ketika ngebut di lintasan.

Saat lintasan hujan dan basah ini, para pembalap Indonesia benar-benar tidak berkutik. Bahkan para pembalap senior Indonesia yang dikenal jago di drift tetap enggak bisa berbuat banyak.

Rio SB dari tim Rizqy Motorsport, Demas Agil yang membela Dewa United Motorsport, Emmanuelle Amandio dari Razaiq Motorsport serta Fitra Eri semua takluk di belakang pembalap Jepang, Hirotaka Ishii yang membela Cusco Indonesia.

Terlihat jelas setelah Safety Car masuk paddock, Hirotaka seperti kesetanan. Melahap para pembalap Indonesia yang ada di depannya.

Bahkan mobil yang dipacunya seperti berjalan di rel. Nyaris tidak ada joget-joget seperti pembalap Indonesia. Melaju layaknya lintasan kering, meninggalkan jauh pembalap di belakangnya.

Demas Agil yang berada di posisi 2 benar-benar ditinggalkan dan punya analisa tersendiri pada lajunya Hirotaka.

Demas Agil punya analisa yang baik mengenai pembalap Jepang yang bisa sangat kencang di lintasan basah (ft : JT)

“Benar banget dia kencang saat hujan. Setelah nyusul saya, dia cepat sekali meninggalkan. Kalau menurut saya pribadi, lebih karena pengalaman dia balap pakai Subaru BRZ,”

“Karena kalau kita mau telaah, skill dari pembalap Indonesia, seperti Rio, mas Fitra atau Amandio, ya pasti samalah, enggak terlalu tertinggal juga,”

“Dia (pembalap Jepang) punya pengalaman lebih banyak balap pakai BRZ dibanding kita-kita. Sehingga mereka punya data yang lebih lengkap dibanding kita. Mungkin juga mereka balap di Jepang dalam keadaan hujan. Sehingga memang sudah punya data-datanya,”

“Kalau dibilang posisi kita sama semua saat hujan. Di sini pengalaman dan jam terbang yang lebih berbicara banyak,” ucap Demas.

Bahkan Demas balap pakai Subaru BRZ tidak dari seri awal, baru pertengahan dirinya berada di kabin. Sebab, ketika awal dirinya hanya diminta jadi coach. Sehingga data-data yang dimiliki belumlah terlalu cukup banyak.

  • Penulis: Redaksi
expand_less