Chery Siapkan Double Cabin Bermesin Diesel Turbo CSH, Ini Alasannya
- account_circle Redaksi
- calendar_month Rabu, 4 Feb 2026

Chery X akankah jadi double cabin yang masuk Indonesia? (Redaksi)
Automotostyle – PT Chery Sales Indonesia berkomitmen untuk menghadirkan sedikitnya 6 produk baru di 2026 ini.
Rata-rata produk yang masuk Indonesia akan mengandalkan teknologi CSH (Chery Super Hybrid) yang sudah terkenal dari sisi efisiensi dan performa andalnya. Saat ini sudah ada beberapa produk di Indonesia berteknologi CSG. Seperti Tiggo Cross, Tiggo 8 CSH dan Tiggo 9 CSH.
Zeng Shuo, President Director PT Chery Sales Indonesia menyebut kalau semua segmen kendaraan akan dimasuki Chery. Sampai saat ini terlihat kalau Chery lebih banyak bermain di segmen SUV, segmen yang sedang berkembang sangat baik.
Mengguritanya produk Chery bahkan sampai ke city car dan juga double cabin.
Yup, benar sekali. Double cabin yang bisa dibilang segmen khusus ini juga akan disesaki oleh Chery.
Kalau masih ingat, GJAW 2025 silam Chery sempat memperkenalkan Chery X. Sebuah mobil yang memang punya bak terbuka, tapi baknya terbilang kecil kalau mau difungsikan mengangkut barang.
Akankah Chery X yang masuk Indonesia baik secara CBU atau CKD?

Apapun itu, salah satu fakta yang menarik, Chery juga punya mesin diesel dengan teknologi CSH tersebut. Jadi CSH tidak terpatok hanya untuk mesin bensin saja.
“Ya betul, kita akan masukkan double cabin dan bermesin diesel, dengan teknologi CSH. Ini akan menjadi portofolio tersendiri bagi Chery dan produk juga semakin lengkap,” seru Zeng Shuo kepada Automotostyle.com
Dirinya menambahkan kalau diesel yang dimiliki Chery bukanlah diesel seperti kebanyakan. Dengan teknologi CSH tersebut mesin akan punya performa yang sangat baik. Tapi sekaligus juga dengan tingkat efisiensi bahan bakar yang tinggi.
Bisa dibayangkan betapa kencangnya double cabin Chery nantinya. Saat ini saja double cabin lain yang teknologi masih biasa saja sudah sangat kencang dengan torsi membahana.
Dengan menggunakan mesin hybrid dan transmisi otomatis rasanya kecil kemungkinan akan dijadikan armada seperti double cabin lainnya.
Karena habitat mobil ‘kerja’ tersebut biasa ada di perkebunan, tambang, peternakan dan komoditi lainnya.
“Kita saat ini memang sedang melihat lagi apakah memang dijadikan mobil di daerah-daerah tersebut atau hanya perkotaan saja. Tapi terpenting bagi kami, distribusinya tetap akan sampai ke daerah-daerah Kalimantan, Sumatera atau juga Sulawesi yang memang butuh double cabin,” jelas Zeng Shuo lagi.
Atau mungkin hanya akan dijadikan mobil-mobil camping, campervan dan lainnya.
- Penulis: Redaksi
