Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Headline » Di Balik BAW, Ada Grup Industri Beromzet Rp1.300 Triliun

Di Balik BAW, Ada Grup Industri Beromzet Rp1.300 Triliun

  • account_circle JasNy
  • calendar_month Rabu, 7 Okt 2026

Automotostyle – Nama Beijing Automobile Works (BAW) mungkin masih tergolong baru di telinga konsumen Indonesia.

Namun di balik merek otomotif asal China tersebut, berdiri kelompok usaha raksasa yang memiliki jejak bisnis lintas industri dan masuk jajaran perusahaan terbesar dunia.

BAW berada di bawah naungan Shandong Weiqiao Pioneering Group, konglomerasi asal China yang bergerak di berbagai sektor. Mulai tekstil, aluminium, energi hingga otomotif. Skala bisnisnya pun tidak main-main.

Pada 2026, Weiqiao menempati peringkat ke-156 dalam daftar Fortune Global 500, naik 10 posisi dibandingkan tahun sebelumnya. Pencapaian ini sekaligus menandai 15 tahun berturut-turut grup tersebut masuk dalam daftar perusahaan terbesar dunia.

Sepanjang 2025, Weiqiao membukukan pendapatan mencapai US$82,3 miliar dengan jumlah karyawan lebih dari 100.000 orang yang tersebar di berbagai negara. Besarnya skala bisnis tersebut menjadi fondasi kuat bagi pengembangan sektor otomotif yang kini menjadi salah satu fokus utama grup.

Perjalanan Weiqiao sendiri berawal dari industri tekstil. Seiring waktu, perusahaan memperluas bisnisnya ke sektor aluminium, energi, hingga manufaktur kendaraan.

Saat ini portofolio grup mencakup Weiqiao Textile, China Hongqiao Group Limited, dan Weiqiao Automotive Technology Group.

Pengalaman panjang di bidang material dan manufaktur menjadi salah satu modal penting dalam pengembangan bisnis kendaraan. Grup ini aktif melakukan riset material ringan, digitalisasi proses produksi, peningkatan efisiensi manufaktur, hingga pengembangan industri daur ulang.

Langkah besar Weiqiao di industri otomotif dimulai ketika resmi menjadi grup induk BAW pada 2023. Setahun kemudian, perusahaan membentuk Shandong Weiqiao New Energy Automobile Technology Group yang secara khusus menangani pengembangan bisnis kendaraan dan teknologi otomotif.

Menariknya, Weiqiao tidak hanya berperan sebagai produsen kendaraan. Dalam konferensi pers Pemerintah Provinsi Shandong pada Agustus 2025, perusahaan menjelaskan bahwa rantai bisnis otomotif yang dibangunnya mencakup produksi aluminium, manufaktur komponen, desain kendaraan.

Juga produksi mobil, penjualan, layanan purnajual, hingga pembongkaran dan daur ulang kendaraan.

Model bisnis terintegrasi tersebut menunjukkan bagaimana Weiqiao berupaya mengendalikan hampir seluruh rantai pasok industri otomotif. Sekaligus memperkuat pengembangan kendaraan berbasis material ringan dan teknologi berkelanjutan.

Bagi pasar Indonesia, informasi mengenai Weiqiao menjadi bagian penting untuk memahami posisi BAW sebagai merek yang tengah membangun pijakan jangka panjang di Tanah Air.

“Di Indonesia, BAW merupakan anak perusahaan dari BAW headquarters di Qingdao, China, dengan nama PT BAW Automobile Trading Indonesia, yang berlokasi di Menara Prima Mega Kuningan. Kami telah menandatangani kesepakatan kerja sama untuk memproduksi seluruh jajaran produk mobil kami di Indonesia pada 31 Juli 2026. Kesepakatan ini menjadi bagian dari rencana pengembangan kegiatan BAW di pasar Indonesia,” ujar Tocy Tang, Presiden Direktur PT BAW Automobile Trading Indonesia.

Dengan dukungan grup yang masuk Fortune Global 500 serta pengalaman panjang di sektor manufaktur dan material, kehadiran BAW di Indonesia tidak sekadar membawa merek baru. Di belakangnya, terdapat kekuatan industri berskala global yang tengah menyiapkan langkah ekspansi lebih serius di pasar otomotif nasional.

  • Penulis: JasNy
expand_less