Modifikasi Yamaha Xmax Senilai Rp1 Miliar Raih Gelar The King of MAXI di Ajang CustoMAXI 2025, Ada Emas Murni
- account_circle Redaksi
- calendar_month Sabtu, 10 Jan 2026

Yamaha Xmax Ingreath Sitepu raih gelar King of MAXI CustoMAXI 2025 (ft : YIMM)
Automotostyle – Grand final CustoMAXI 2025 berlangsung di Senayan Park, Jakarta (20/12/2025). Bersamaan dengan Yamaha Rev Festival 2025.
Sebanyak 44 motor finalis dari 6 kota penyelenggaraan CustoMAXI sebelumnya turut dihadirkan kembali. Seperti dari Semarang, Makassar, Bandung, Jabodetabek, Balikpapan dan juga Aceh.
Para finalis itu untuk dinobatkan meraih posisi juara 1-3 untuk masing-masing kelas dan kategori lomba. Kelas Street MAXI dan Super MAXI untuk kategori Xmax, Nmax, Aerox dan juga Lexi.
Selain itu, mereka juga memperebutkan tiket untuk gelar King of MAXI yang merupakan award paling bergengsi di ajang kontes modifikasi tersebut.
Setelah melalui berbagai proses penilaian juri, Yamaha Xmax asal Medan, Sumut milik Ingreath Sitepu dinobatkan menjadi The King of MAXI tersebut.

“Kami mengucapkan selamat kepada para pemenang CustoMAXI 2025. Termasuk juga kepada kontestan asal Medan, Ingreath Sitepu yang telah berhasil menyabet triple gelar sebagai juara 1 di kelas Super MAXI dan Street MAXI, serta juara paling bergengsi, The King of MAXI. Pencapaian ini menjadi bukti bahwa konsumen MAXI Yamaha selalu menganggap motor mereka tidak hanya untuk mobilitas saja, tetapi juga sebagai sarana untuk menyalurkan rasa bangga dan gaya hidup melalui hobi modifikasi yang dilakukan secara totalitas,” ungkap Rifki Maulana, Manager Public Relation, YRA & Community PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM).
Ingreath membawa konsep XMAX Premium Racing untuk bertarung di grand final ini. Dirinya menyebut kalau modifikasi ini sangat berbeda dengan yang diusungnya saat menjadi peserta CustoMAXI di Aceh pada awal 2025 silam.
“Jelang grand final, motor memang saya modif total dengan konsep baru Premium Racing. Bisa dibilang di modifikasi ini yang tidak berubah hanya rangka sama kabel bodi saja. Sisanya kita ubah semua dengan waktu kurang dari 2 bulan. Kalau ditanya yang paling sulit ubahannya, ada pada airbrush. Karena detail warna dan gradasi birunya perlu ketelitian dan finishing lebih detail. Terus yang istimewa juga ada pada pemasangan monoshock belakang, ini yang membedakan motor XMAX kita dari lawan. Terus emblem Yamaha juga spesial kita buat dari emas murni. Area cover mesin pun sudah full billet dari Tanutong, Thailand. Total modifikasi habis hampir Rp1 miliar. Saya bersyukur kerja keras tim, waktu dan biaya yang keluar terbayar dengan banyak juara yang kita dapat, termasuk gelar King of MAXI. Ini tentu sebuah kebanggaan yang tidak ternilai,” ungkap Ingreath.
Kepuasan dalam modifikasi memang tidak bisa dinilai dengan rupiah. Terlebih jika mampu berhasil membawa banyak piala dan penghargaan setelah lomba.
List modifikasi :
Bodi : Full airbrush, tema helm ARAI Ogura. Ganti bahan karbon di beberapa titik.
Lampu : custom, sistem BiLED dan DRL
Layar : TFT slim
Stang : Semspeed, model TMAX
Bordes kaki dan baut : Bahan full titanium
Emblem Yamaha : Emas murni 47 gram
Crankcase : Billet
Cover CVT : Billet
Cover head : Billet
Bak magnet : Billet
Sokbreker belakang : Monoshock YSS model TMAX
Sokbreker depan : RSV Racing double disc
Pelek : MFZ Racing double disc
Master rem depan : Brembo RCS 16
Kaliper rem depan : Brembo GP4 MS 108
Kaliper rem belakang : Brembo tipe 2P Nikle
Thumb brake : RSV Racing
Swing arm : RSV Racing
Knalpot : GP Racing titanium
- Penulis: Redaksi
