Suzuki Tanam 1.500 Mangrove di Pangandaran, Lanjutkan Misi Jaga Pesisir Selatan Jawa
- account_circle JasNy
- calendar_month Rabu, 7 Okt 2026

Para peserta terjun langsung menanam mangrove (SIS)
Automotostyle – Abrasi pantai dan rusaknya ekosistem pesisir masih menjadi tantangan serius di berbagai wilayah Indonesia. Di Pangandaran, Jawa Barat, langkah nyata kembali dilakukan melalui penanaman 1.500 bibit mangrove yang diharapkan dapat memperkuat perlindungan kawasan pantai sekaligus menjaga habitat berbagai biota laut.
Melalui program The Indonesian Coastal Greenbelt Project, PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) bersama Pandu Laut Nusantara dan Susi Air kembali melanjutkan kolaborasi yang telah berjalan sejak 2024. Kegiatan yang mengusung tema ‘Menjaga Pesisir, Menjaga Masa Depan’ ini berlangsung di Pelabuhan Cikidang, Pangandaran, Jabar (26/9).
Sebanyak 75 peserta terlibat langsung dalam kegiatan tersebut. Mereka terdiri dari perwakilan Suzuki, Pandu Laut Nusantara, nelayan setempat, komunitas lokal, hingga institusi pendidikan yang turut ambil bagian dalam upaya pelestarian lingkungan pesisir.
Pemilihan Pelabuhan Cikidang bukan tanpa alasan. Kawasan ini merupakan salah satu pusat aktivitas perikanan masyarakat Pangandaran sekaligus berada di pesisir selatan Pulau Jawa yang memiliki kekayaan ekosistem laut yang penting untuk dijaga keberlangsungannya.
Selain membantu menjaga keanekaragaman hayati, keberadaan mangrove juga memiliki peran vital dalam mengurangi dampak abrasi, menahan sedimentasi, serta menjadi habitat berbagai spesies laut yang mendukung kehidupan masyarakat pesisir.
“Melalui The Indonesian Coastal Greenbelt Project, kami ingin mendorong kesadaran mengenai pentingnya menjaga ekosistem pesisir. Kegiatan ini tidak hanya fokus pada penanaman mangrove, tetapi juga melibatkan masyarakat, agar dapat memahami manfaat mangrove bagi keberlangsungan lingkungan dan aktivitas masyarakat di kawasan pesisir,” ujar Joshi Prasetya, Strategic Planning Department Head PT Suzuki Indomobil Sales (SIS).
Selain melakukan penanaman, kegiatan ini juga diisi dengan edukasi mengenai konservasi mangrove. Salah satu yang menarik adalah sesi Success Story Mangrove Conservation yang dibawakan Sugito, Ketua Rukun Nelayan Dusun Bojongsalawe, Desa Karangjaladri, Pangandaran.
Dalam kesempatan tersebut, Sugito membagikan pengalaman masyarakat setempat dalam mengembangkan kawasan konservasi mangrove hingga mampu tumbuh dan dikelola secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya menjaga lingkungan pesisir.
Para peserta juga mendapatkan pembekalan mengenai teknik penanaman mangrove yang benar, mulai pemilihan lokasi hingga metode penanaman agar bibit memiliki peluang tumbuh lebih optimal.

Setelah sesi edukasi selesai, seluruh peserta turun langsung ke lapangan untuk menanam 1.500 bibit mangrove jenis Rhizophora.
Kolaborasi antara Suzuki, Pandu Laut Nusantara, dan Susi Air sendiri telah menghasilkan dampak yang cukup signifikan dalam dua tahun terakhir.
Sejak dimulai pada 2024, program ini tercatat telah menanam sekitar 10.000 mangrove di kawasan Pangandaran.
“Kolaborasi Suzuki dan Pandu Laut di Pangandaran telah dimulai sejak tahun 2024. Hingga saat ini, kita telah menanam 10.000 mangrove, terdiri dari 7.000 bakau pasir di Susi International Beach Strip dan 3.000 Rhizophora di Pantai Madasari,”
“Pada tahun 2026 ini, melalui The Indonesian Coastal Greenbelt Project atau Proyek Sabuk Hijau Pesisir Indonesia, kita kembali melanjutkan upaya tersebut dengan penanaman 1.500 mangrove Rhizophora di kawasan Pelabuhan Cikidang. Mari kita turun bersama, menanam, merawat, dan memastikan apa yang kita mulai hari ini benar-benar tumbuh menjadi sesuatu yang bermanfaat,” ujar Melinasary Amini, Chief of Operation PT ASI Pudjiastuti Aviation (Susi Air).
Dengan tambahan 1.500 mangrove baru di Pelabuhan Cikidang, upaya membangun sabuk hijau pesisir di Pangandaran terus berlanjut. Bukan hanya untuk menjaga lingkungan hari ini, tetapi juga sebagai investasi jangka panjang bagi keberlanjutan kawasan pesisir dan kehidupan masyarakat yang bergantung pada laut di masa depan.
- Penulis: JasNy






