3 Momen Krusial Francesco Bagnaia di MotoGP Italia 2026, Yang Terakhir Bikin Penonton Tahan Nafas
- account_circle JasNy
- calendar_month Senin, 1 Jun 2026

Francesco Bagnaia raih podium 3 di MotoGP Italia 2026 (foto : Ducati Corse)
Automotostyle – MotoGP Italia 2026 (31/5/) bisa jadi menjadi salah satu putaran yang akan terus diingat oleh Francesco Bagnaia.
Pembalap yang membela tim Ducati Lenovo Team tersebut start dari posisi 6 dan berhasil finish di posisi podium 3. Saat MotoGP Catalunya atau CatalanGP, Pecco juga meraih podium, namun karena adanya 2 pembalap yang terkena penalti.
Sedikitnya ada 3 momen yang membuat Pecco menjadi seperti roller coaster dalam pertandingan MotoGP Italia tersebut.
Pertama, dirinya bisa sempat memimpin jalannya lomba. Dua pembalap Aprilia, Marco Bezzecchi dan Jorge Martin diasapinya.
Lebih dari 10 putaran Pecco berada di depan menjadi pemimpin lomba. Bahkan sempat membuat jarak yang rasanya tak akan terkejar oleh Bezzecchi dan Martin.
Di sini, Pecco agaknya bersiap untuk meraih podium 1 yang mulai jarang dipijaknya.
Moment berikutnya, justru terjadi ketika memasuki lap ke-11. Posisinya sudah mulai dikejar-kejar oleh Aprilia yang berada di posisi 2 dan 3.
“Sejak itu saya tahu bahwa mereka (Aprilia) akan datang dengan cepatnya. Saya kencang dan tidak salah, tapi mereka datang lebih kencang. Saya hanya harus menjaga supaya posisi tidak tertinggal jauh,” ucap Pecco.
Benar saja, di lap 13, Bezzecchi mampu mengambil alih posisi pimpinanan lomba. Dan serta merta langsung meninggalkan Pecco dengan jarak langsung nyaris 1 detik.
Dengan mudahnya, anak asuh Valentino Rossi tersebut menyusul dan meninggalkan seniornya di MotoGP tersebut. Tanpa ampun, Aprilia terus memberi jarak dengan Ducati.
Dari sini sudah mulai terlihat kalau Ducati pacuan pembalap asal Italia tersebut memang seperti menyimpan masalah yang tak kunjung selesai.
Enggak pakai lama, Jorge Martin yang juga dari Aprilia menyusul Ducati bernomor 63 tersebut. Lagi-lagi posisinya langsung ditinggal berjarak oleh Aprilia.
Moment yang bikin Pecco layaknya roller coaster kembali hadir di ujung lomba. Saat 2 lap terakhir, Ai Ogura dari tim Trackhouse langsung mendekat ke posisi depan.
Pertama dengan agresif menyusul Pedro Acosta dan bahkan sempat bersentuhan, ketika berebut posisi 4.
Agresifitas pembalap Jepang tersebut terus berlaku dan mengincar Francesco Bagnaia yang ketika itu di posisi 3.
“Saya tahu Ai Ogura sudah ada di belakang saya. Saya bisa mendengar suara motornya dengan sangat jelas. Tidak ada yang bisa saya lakukan kecuali menutup setiap kesempatan tikungan. Di beberapa balap, saat lap terakhir dia sangat bagus dan kencang, begitu juga di Italia,”
“Saya menjalankan strategi, mengerem dengan sangat telat untuk menutup celahnya. Seandainya dia datang dengan kencang, maka akan melebar. Trik ini sekali berhasil dan bisa mempertahankan posisi,” jelas Pecco.
Namun di 2 tikungan rapat sebelum finish, posisi Pecco sangat krusial dan nyaris disusul oleh Ogura.

“Saya akui di situ dia memang sangat bagus. Saat itu juga saya harus ngerem lebih awal dan memposisikan motor lebih lurus untuk bisa akselerasi lebih awal dari dirinya. Ini sangat berhasil, walaupun Ogura terus mendekat bahkan nyaris menyusul saat di garis finish,” jelas Pecco.
Pecco menyebut, momentum melakukan pengereman awal tersebut jadi hal yang sangat krusial karena bisa langsung akselerasi. Sebab, dirinya sadar bahwa ban belakang motornya sudah mulai kehilangan grip. Pantat motor kerap goyang berlebihan ketika akselerasi, yang membuatnya agak kesulitan menghadapinya.
- Penulis: JasNy










