Sirkuit Aspal Batang Kuis Milik Pereli TGRI, Ryan Nirwan Tercepat di Keseluruhan Special Stage
- account_circle JasNy
- calendar_month Jumat, 17 Apr 2026

Toyota GR Yaris Rally 2 menguasai Kejurnas Sprint Rally 2026 putaran 1 di Sumut (11-12/4) (ft: Toyota)
Automotostyle – Kejuaraan nasional Sprint Rally 2026 dibuka dengan gelaran di lintasan tarmac, atau aspal. Pereli dari Toyota Gazoo Racing Indonesia (TGRI), Ryan Nirwan/Adi Indiarto menguasai lintasan Sumut Sport Centre yang berlokasi di Batang Kuis, Deli Serdang, Sumut (11-12/4).
Mengandalkan Toyota GR Yaris Rally 2, Ryan yang berasal dari Kalimantan Timur menjadi yang tercepat di 4 special stage (SS). Artinya, sama sekali tidak memberi kesempatan kepada peserta lain untuk menjadi yang tercepat.
Kedigdayaan pasangan ini berkat pengalaman berlomba di Adelaide, Australia 5 bulan silam. Kemudian juga kerja sama tim, seting juga penguasaan mobil yang sudah lebih mendalam.
Keikutsertaan Ryan saat reli di Australia tersebut membawa pengalaman yang sangat banyak.
“Gue sangat beruntung karena pas reli di Adelaide juga trek aspal. Nah sprint rally ini juga dibuka dengan aspal. Jadi pengalaman dan feeling nyupir di aspal masih sangat terekam,” ucapnya.
Meski sebenarnya mobil yang dipakai punya kemampuan yang berbeda. Ketika di Australia, Ryan pakai Toyota GR Yaris AP4, sedangkan saat sprint rally Sumut pakai spesifikasi jauh lebih tinggi, Rally 2
Pengalaman reli di Adelaide itu juga membuat pereli jebolan kampus Australia tersebut punya driving style yang berbeda.
“Kalau di aspal sangat berbeda dengan di gravel. Alhamdullilah, bisa switching dan melakukan penyesuaian dengan cepat. Di aspal kita tidak boleh agresif, yang bikin bodi mobil slide. Kalau ini terjadi justru waktu banyak hilang. Dibikin sehalus mungkin di setiap tikungan dan titik pengereman yang pas,” tambahnya.
Diceritakan kemudian kalau dirinya sudah lebih bisa menguasai mobil dibanding tahun lalu, ketika pertama kali pakai. Membawa efek menjadi lebih percaya diri untuk terus memaksimalkan kemampuan mobil yang ada.
Selain itu, seting mobil juga sangat penting. Seperti juga driving style, setup ketika lomba di gravel (tanah) dan tarmac (aspal) sangat jauh berbeda.

“Semua paket seting untuk lomba di aspal kita pakai. Enggak bisa hanya setengah atau sebagian saja yang diadopsi untuk seting di aspal ini. Rem kita ganti khusus aspal. Supaya pengereman menjadi lebih pakem dan bisa sedekat mungkin dengan titik tikungan. Pelek dan ban juga kita ganti pakai yang aspal. Grip dan kestabilan mobil bertambah karena tapak ban juga lebih lebar. Kemudian suspensi juga ganti, jadi mobil bisa lebih pendek. Kalau hanya sebagian saja, mungkin bisa, tapi tidak maksimal hasilnya,” jelas pereli yang sudah beberapa tahun bergabung di TGRI ini.
Berlomba di lintasan aspal menjadi sesuatu hal yang spesial bagi Ryan. Dirinya menyebut jarangnya ada reli atau sprint rally aspal di Indonesia yang membuat spesial. Juga sangat menarik karena seting terhadap mobil akan sangat berbeda. Mengawali lomba di aspal dan meraih kemenangan, Ryan berharap tren positif ini bisa terus didapat selama lomba sepanjang tahun.
- Penulis: JasNy










