Sirkuit Mandalika, Tak Hanya Balap GTWCA 2026 Saja, Opening Tak Kalah Ingar-bingar, Investasi Masuk
- account_circle JasNy
- calendar_month Senin, 4 Mei 2026

Opening ceremony GTWCA 2026 juga ingar-bingar (foto : MGPA)
Automotostyle – Sirkuit Pertamina Mandalika telah sukses menggelar balap internasional, GT World Challenge Asia (GTWCA) 2026 (1-3/5). Sesi pembukaan yang berlangsung Minggu (3/5) tak kalah semaraknya dibanding balap itu sendiri.
Pihak Mandalika Grand Prix Association (MGPA) dan Injourney menghadirkan semarak budaya lokal dari Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk upacara pembukaan. Dilakukan tepat sebelum Race 2 GTWCA berlangsung.
Dalam rangkaian acara yang bertempat di titik garis start balap, tampil para putra dan putri daerah NTB yang menghadirkan tarian tradisional dan khas daerah tersebut.
Gerakan-gerakannya sangat dinamis dan mampu memukau para penonton. Tak terkecuali komentator luar negeri. Berpadu juga dengan musik khas daerah semakin menonjolkan identitas budaya Lombok dan sekitarnya.
Semakin memancarkan khas daerah, karena para penampil tersebut juga menggunakan baju adat. Warna-warna yang ceria, cerah dan menarik membuat tari-tarian semakin asik ditonton.
Selain tari-tarian, kesenian gendag beleq khas Lombok juga turut dipertontonkan. Gendang beleq ini merupakan alat musik khas suku Sasak yang ada di Lombok. Berupa gendang berukuran besar yang dimainkan secara berkelompok.
Dentuman-dentuman gendang yang ritmis tersebut membuat energi yang kuat dan juga membangkitkan semangat. Menjadi pengiring adrenalin untuk para pembalap yang akan berlaga.
Hadirnya gendang beleq ini jadi menjadi sorotan, karena menghadirkan atmosfer berbeda dan jarang ditemui saat akan balap.

Tampil pula dalam memeriahkan acara yakni marching band dari Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN). Formasi yang rapi, musik yang penuh semangat, disiplin tinggi, harmoni kesesuaian dan koreografi yang terstruktur ini menggambarkan kesamaan dengan pembalap. Tanpa hal-hal tersebut, pembalap dipastikan tak bisa berlomba.
“Keterlibatan talenta lokal dalam Opening Ceremony menjadi elemen penting dalam memperkuat identitas Mandalika sebagai destinasi sport tourism berkelas dunia,” ungkap Priandhi Satria, Direktur Utama MGPA.
“Penampilan putra-putri daerah tidak hanya memperkaya pengalaman penonton, tetapi juga menjadi sarana efektif untuk memperkenalkan budaya NTB dan Nusantara ke panggung internasional. Energi, semangat, dan kualitas yang ditampilkan para performer lokal menunjukkan bahwa daerah memiliki potensi besar untuk terus dilibatkan dalam event-event global,” puji pria yang akrab dengan motorsport berbagai medan ini.
Gelaran ini juga tentu membawa dampak ekonomi dan pariwisata Lombok.
Dalam gelaran balap ini, tentu dipastikan memberi dampak yang tidak kecil bagi ekonomi dan wisata setempat.
Secara perhitungan kasar saja sudah terlihat jelas. Ada sekitar 40 pembalap yang turut serta di ajang tersebut. Ditambah dengan kru, dan keluarga yang turut serta. Sangat bisa menyentuh di angka lebih dari 100.
Belum lagi dengan para panitia atau perangkat balap SRO Motorsport Group yang juga membawa rombongan. Juga dengan kru live streaming, dan live reportnya.
Kemudian, ditambah lagi dengan para pembalap lokal. Karena bersamaan dengan itu digelar juga balap Mandalika Festival of Speed (MFoS) yang mempertandingkan beberapa kelas balap.
Bisa dibayangkan tingkat hunian hotel yang membludak, juga wisata yang meningkat. Sebab mereka sudah datang, paling 1 minggu sebelum lomba.

“Kehadiran ribuan penonton, baik dari Lombok, Bali, Jakarta serta kota-kota besar lainnya, dan kehadiran rombongan tim internasional mendorong permintaan akomodasi, transportasi, dan produk lokal,” tambahnya.
Bahkan bukan itu saja. Salah satu tim balap sudah melakukan investasi jangka panjang.
“Salah satunya melalui kerja sama dengan Absolute Racing untuk pengembangan fasilitas Common Luxury Garage & Workshop. Ini menegaskan bahwa Kawasan The Mandalika tidak hanya memberi dampak ekonomi sesaat, tetapi juga menarik minat investor global dalam pengembangan kawasan ini secara berkelanjutan,” pungkas Priandhi Satria. Sirkuit Mandalika, tak hanya balap.
- Penulis: JasNy










